Ahad, 22 Ogos 2010

Sunat Berbuka Dengan Kurma



Daripada Salman bin Amir Addabbi Assohaabi r.a. daripada Nabi s.a.w. bersabda: “Jika seseorang kamu berbuka, hendaklah ia berbuka dengan buah kurma. Sekiranya buah kurma tiada, bolehlah ia berbuka dengan air kosong. Sesungguhnya air itu bersih lagi suci”
(Abu Daud dan at-Tirmidzi)

Huraian
1. Rutob ialah buah kurma yang telah masak sebelum menjadi tamar kering. Ianya lembut dan manis. Manakala tamar ialah buah kurma yang sudah kering.2. Orang yang berpuasa disunatkan berbuka dengan rutob atau kurma atau meminum air biasa jika ketiadaan kurma. Inilah tertib yang dilakukan oleh Rasulullah SAW.
3. Hikmah disunatkan kita berbuka dengan tamar ialah kerana kurma dipercayai mengandungi glukosa yang mampu memberikan tenaga segera kepada badan. Ia juga dipercayai kaya dengan protein, serat, gula, vitamin A & C serta zat mineral seperti besi, kalsium, sodium dan potassium. Kandungan protein di dalam sebiji kurma adalah kira-kira 1.8 hingga 2.0%, serat 2.0 hingga 4.0% manakala kandungan gulanya adalah 50 hingga 57%.
4. Sesiapa yang berpuasa dengan ikhlas kerana Allah, kemudian beramal mengikut sunnah Rasulullah SAW akan diberi ganjaran pahala di akhirat serta mendapat nikmat dan rahmat Allah SWT di dunia dan akhirat.
 
 

Rabu, 4 Ogos 2010

JALAN PINTAS BUKAN JALAN MUDAH


PADA DASARNYA, SIFAT MANUSIA ADALAH TERGESA-GESA, TIADA SALAHNYA DENGAN SIFAT INI NAMUN JIKA TIDAH DIKAWAL SECARA BETUL DAN BAIK BOLEH MEMBAWA MASALAH DALAM PERJALANAN HIDUP KITA INI.

SEMUA MANUSIA INGINKAN KEBAHAGIAAN DAN MERAIH KEJAYAAN DALAM HIDUP. NAMUN, BERAPA BANYAK KESEDARAN YANG KITA ADA DALAM MERAIHNYA? KERANA TERKADANG KITA INGIN BERJAYA TAPI DENGAN MEMILIH MELALUI JALAN YANG PALING PINTAS.

DALAM MELEWATI PERJALANAN HIDUP INI, SETIAP INDIVIDU DIBERI KUASA PENUH OLEH ALLAH SWT DENGAN IZINNYA UNTUK MEMILIH JALAN HIDUPNYA. YANG TERPENTING ADALAH BERANI MENGAMBIL RISIKO SERTA BERTANGJAWAB ATAS SEGALA PILIHAN KITA DAN SABAR ATAS UJIAN, ONAK DAN DURI DALAM HIDUP, KERANA SEGALA UJIAN INI ADALAH SATU PROSES PEMBELAJARAN UNTUK KITA MENUJU JATI DIRI YANG SEJATI.

DALAM PERJALANAN HIDUP INI TENTU ADA HALANGAN, RINTANGAN DAN PELBAGAI UJIAN DAN CUBAAN DAN DI SINILAH SEMUA INDIVIDU MENGALAMI PERBAGAI REAKSI DAN RESPON MASING-MASING DALAM MENYELESAIKANNYA. SEMUA TINDAK TANDUK INI ADALAH BERGANTUNG PADA SUDUT PANDANGAN KITA DALAM MENILAINYA DAN YANG PASTINYA APA PUN PILIHAN KITA PASTI AKAN BERBALIK KEMBALI KEPADA KITA DAN MENJADI SEBAHAGIAN DARIPADA HIDUP KITA YANG HARUS DIPERTANGGUNGJAWABKAN SECARA ZAHIR DAN BATINNYA. JIKA TAK BERANI TANGGUNG RISIKO, SUSAH UNTUK KITA DAPATKAN HASIL YANG BAIK.

TANPA DISEDARI ATAU TIDAK, KITA ADALAH WAKIL SANG PENCIPTA YANG TERBAIK DIKALANGAN SEMUA MAKHLUK CIPTAANNYA UNTUK MENTADBIR ALAM DI DUNIA INI. KITALAH MAKHLUK LUAR BIASA DAN PALING HEBAT CIPTAANNYA DI SINI, MAKA, CUBA RENUNG SEJENAK MAKNA LUAR BIASA DAN HEBAT INI.

RENUNGKAN, DALAM OTAK KITA YANG KECIL INI SAJA DAPAT MENGHASILKAN KARYA-KARYA YANG LUAR BIASA HEBATNYA KERANA KITA ADA JIWA YANG MEMPUNYAI SIFAT YANG SAMA DENGAN ASMA ALLAH SWT DALAM DIRI INI UNTUK KITA RASAINYA.

FAKTA MEMBUKTIKAN BAHAWA HATI MANUSIA ITU PENUH DENGAN KASIH SAYANG, BELAS KASIHAN, MEMAAFKAN, KEDAMAIAN, KEBAHAGIAAN, INGINKAN KEKAYAAN, KEKUASAAN DAN KEMERDEKAAN DAN BANYAK LAGI… BUKANKAH ITU SEMUA SIFAT SANG PENCIPTA KITA (ALLLAH SWT)? SUNGGUH, KITA INI MERUPAKAN MAKHLUK CIPTAANNYA YANG BEGITU LUAR BIASA, JADI TIADA ALASAN LAGI UNTUK KITA MENGHARUNGI KEHIDUPAN INI DENGAN BIASA-BIASA SAHAJA. KITA DILAHIRKAN SEBAGAI PEMENANG, GENIUS, PEMIMPIN, KITA DILAHIRKAN SEBAGAI SALURAN KASIH SAYANG ALLAH SWT DIMUKA BUMI INI. PERCAYALAH…

DALAM PROSES MENJALANI PERJALANAN HIDUP INI, SETIAP INDIVIDU MEMILIKI SUKSES/KEJAYAAN DIRI TERSENDIRI YANG BUKAN MUDAH UNTUK DITIRU OLEH INDIVIDU LAIN. SETIAP MANUSIA YANG LAHIR DI DUNIA INI, AKAN MERJADI SATU TITIK SEJARAH YANG TIDAK PERNAH ADA LAGI SEBELUM INI. KITA TIDAK AKAN DAPAT MENYAMAI SESEORANG, TAPI KITA BOLEH JADI DIRI SENDIRI YANG LEBIH BAIK DARI ORANG LAIN.

UNIKNYA KITA ADALAH PADA RAHSIA DAN KUNCI KEJAYAAN KITA DAN INI BERBEZA PADA SETIAP ORANG, NAMUN IANYA HANYA MASUK DALAM SATU LUBANG KUNCI SAHAJA IAITU KEGAGALAN. FAKTA MEMBUKTIKAN BAHAWA BANYAK ORANG YANG BERJAYA DI MUKA BUMI INI MENGALAMI BANYAK KEGAGALAN SEBELUM BERJAYA DALAM HIDUPNYA. NAMUN, MEREKA MENYEDARI BAHAWA DI SETIAP KEGAGALAN ITU PASTI ADA KEJAYAAN, CUMA BELUM TERWUJUD LAGI.

TELAH DIKETAHUI BAHAWA JALAN YANG KITA LALUI MEMPUNYAI KAITAN YANG RAPAT DENGAN APA YANG KITA PILIH, TIADA APA YANG SALAH DENGAN JALAN YANG KITA PILIH ASALKAN TIDAK MENYALAHI SYARIAT ALLAH SWT DAN BIARKANLAH ALAM SEMESTA INI MENJADI SAKSI, RUANG MASA DAN WAKTU YANG MENJAWAB SEGALA PERSOALANNYA.

JALAN YANG DITEMPUH OLEH SETIAP INDIVIDU TIDAK SAMA, ADA YANG CEPAT DAN ADA YANG LAMBAT. LAMBAT ATAU CEPAT TAK ADA JUGA SALAHNYA, YANG SALAHNYA ADALAH YANG TIDAK PERNAH MELANGKAH DALAM PERJALANAN YANG DIPILIH. TIADA JALAN MUDAH DALAM MERAIH KEJAYAAN WALAUPUN ADA JALAN YANG PINTAS PUN PASTI BUKAN JALAN YANG MUDAH.

DALAM MENUJU JALAN PINTAS INI MEMERLUKAN PERJUANGAN YANG HEBAT DAN SEMANGAT YANG MEMBARA SERTA KOMITMEN YANG KONSISTEN DAN DIDUKUNGI OLEH KEPERCAYAAN YANG TINGGI, KESEDARAN YANG MURNI, PENGURUSAN YANG JELAS UNTUK DISIRAMI DALAM KEHIDUPAN SEHARIAN KITA DENGAN PENUH KERELAAN, KEIKHLASAN, KEJUJURAN, KESABARAN DAN TINGKAH LAKU YANG MULIA.

Ahad, 18 Julai 2010

Bersahabat dengan Golongan Ghairul Islam dan Penganutnya

Barangkali ada perasaan ingin bertanya dan menjadi tutur-kata oleh sementara orang: bagaimana mungkin dapat diwujudkan suatu kebaikan, kasih-sayang dan pergaulan yang harmonis dengan golongan ghairul Islam, padahal al-Quran sendiri dengan tegas melarang berkasih-sayang dan bersahabat dengan orang-orang kafir, sebagaimana dinyatakan:
"Hai orang-orang yang beriman! Jangan kamu menjadikan orang Yahudi dan Nasrani sebagai ketua, sebagian terhadap sebagiannya. Barangsiapa menjadikan mereka sebagai ketua, maka dia itu tergolong mereka, sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang zalim. Maka kamu melihat orang-orang yang dalam hatinya itu ada penyakit, cepat-cepat pergi kepada mereka." (al-Maidah: 51-52)
Jawabnya: Bahwa ayat-ayat ini tidak mutlak, tidak mengenai setiap Yahudi dan Nasrani atau kafir. Kalau difahami demikian, niscaya akan terdapat kontradiksi antara ayat-ayat tersebut dengan nas-nas lainnya yang mengundang supaya dijalin saling pengertian dengan baik dengan seluruh pemeluk agama. Ditambah lagi dengan suatu perkenan kawin dengan ahli kitab dengan penegasan ayat-ayat alQuran yang antara lain berbunyi sebagai berikut:
"Allah menjadikan di antara kamu (suami-isteri) cinta dan kasih-sayang." (ar-Rum: 21)
Dan khusus tentang Nasrani Allah mengatakan:
"Sungguh kamu akan menjumpai dari antara orang kafir yang lebih dekat cintanya kepada orang-orang mu'min, yaitu orang-orang yang mengatakan: kami adalah orang-orang Nasrani." (al-Maidah: 83)
Dengan demikian, maka ayat-ayat al-Maidah: 51-52 di atas ditujukan untuk orang-orang yang menentang Islam dan yang memerangi kaum muslimin. Oleh karena itu tidak halal seorang muslim memberi bantuan dan saling bantu-membantu dengan mereka.
Inilah yang dimaksud dengan muwalat (bersahabat, mengangkat orang kafir sebagai ketua).
Dan dilarangnya pula kaum muslimin menjadikan mereka ini sebagai sahabat karib sehingga dengan mullah mereka dapat mengetahui rahasia-rahasia kita. Dan menjadikan mereka sebagai kawan yang bertugas sebagai infiltran yang dibiayai oleh golongan dan agamanya.
Terhadap mereka ini al-Quran dengan tegas menyatakan:
"Hai orang-orang yang beriman! Jangan kamu menjadikan sahabat karib orang-orang selain golonganmu, mereka itu tidak mau menolong kamu dari kecelakaan, mereka itu senang kalau kamu susah; sungguh telah nampak kebencian dari mulut-mulut mereka, sedang apa yang tersembunyi dalam hati mereka lebih besar. Sungguh kami telah menerangkan kepadamu ayat-ayat kami kalau kamu mau berfikir. Kamu ini adalah orang-orang yang kasih kepada mereka, tetapi mereka tidak mau kasih kepadamu." (ali-Imran: 118-119)
Ayat ini menjelaskan kepada kita tentang sifat-sifat mereka kepada kita, bahwa mereka itu menyembunyikan permusuhan dan kebenciannya kepada kaum muslimin dan telah dinyatakan dalam lidah mereka.
Dan firmanNya pula:
"Engkau tidak dapati orang-orang yang beriman kepada Allah dan hari akhir itu menunjukkan kecintaannya kepada orang-orang yang menentang Allah dan RasuINya, sekalipun mereka itu ayah-ayahnya sendiri, anak-anaknya sendiri, saudara-saudaranya sendiri dan keluarganya sendiri." (al-Mujadalah: 22)
Orang yang menentang Allah dan Rasul tidak sekedar karena kufur tetapi justru karena mereka memusuhi Islam dan kaum muslimin.
Dan firman Allah:
"Hai orang-orang yang beriman! Jangan kamu jadikan musuhku dan musuhmu sebagai ketua, kamu tampakkan kepada mereka rasa cinta, padahal mereka telah kufur terhadap kebenaran yang datang kepadamu, mereka akan mengusir Rasul dan kamu juga, lantaran kamu beriman kepada Allah sebagai Tuhanmu." (al-Mumtahinah: 1)
Ayat ini diturunkan berkenaan dengan masalah persahabatan dengan orang-orang musyrik Makkah yang pada waktu itu mereka memerangi Allah dan Rasul, dan mengusir orang-orang Islam dari Makkah justru karena mereka mengatakan kami beriman kepada Allah.
Orang-orang seperti ini tidak boleh kita ajak bersahabat.

Kendatipun demikian, al-Quran tidak memutus harapan kejernihan mereka, dan tidak pula mengatakan sikap pesimis. Bahkan al-Quran memberikan suatu harapan kiranya dapat merombak sikap mereka itu dan menjernihkan hati mereka. Untuk itu dalam surah itu juga al-Quran mengatakan:
"Barangkali Allah akan menjadikan antara kamu dan antara orang-orang yang kamu musuhi itu perasaan cinta, sedang Allah Maha Kuasa, dan Allah pun Maha Pengampun dan Belas-kasih." (al-Mumtahinah: 7)
Peringatan al-Quran ini kiranya cukup dapat melunakkan ketajaman pertentangan dan berkobarnya api permusuhan. Sebagaimana disebutkan dalam salah satu hadis yang berbunyi sebagai berikut:
"Bencilah kamu kepada musuhmu itu sekedarnya saja, agar satu saat dia akan mencintaimu." (Riwayat Tarmizi dan Baihaqi)38
Lebih keras lagi haramnya berkawan dengan musuh, apabila mereka itu orang-orang kuat, optimis dan menakutkan, sehingga karenanya orang-orang munafik dan yang sakit hati berusaha untuk berkawan dengan mereka dan mengangkatnya sebagai kawan pelindung untuk memperkuat barisannya, dengan suatu harapan akan sangat berguna di hari esok,
Untuk itulah, maka Allah berfirman:
"Maka kamu akan melihat orang-orang yang dalam hatinya ada penyakit, pergi dengan cepat-cepat kepada mereka sambil berkata: kami takut akan mendapat kecelakaan, tetapi mudah-mudahan Allah akan mendatangkan kemenangan atau suatu urusan dari sisiNya, sehingga dengan demikian mereka akan menyesali apa-apa yang mereka rahasia akan dalam hati-hati mereka itu." (al-Maidah: 52) 
 "Beritahulah orang-orang munafik itu, bahwa mereka akan mendapat siksaan yang pedih, yaitu orang-orang yang menjadikan orang-orang kafir sebagai ketua, bukan kepada orang-orang mu'min. Apakah mereka mengharapkan kejayaan dari sisi mereka? Sesungguhnya kejayaan adalah milik Allah seluruhnya." (an-Nisa': 138-139)

Rabu, 7 Julai 2010

Resepi Tandoori Ikan



Bahan-bahan:

1 ekor ikan bawal (anggaran 1 kg) — Buang kepala dan ekor
6 ulas bawang putih
1 sudu teh jintan manis
½ sudu teh serbuk kunyit
Perahan jus dari sebiji lemon
4 sudu makan yogurt biasa
2 titik pewarna merah
Sedikit minyak sapi, buah pelaga dan serbuk cili
Cara penyediaan:
1. Kelar kedua-dua belah ikan, lumur keselurhan ikan dengan jus lemon, dan perap selama 10 minit.
2. Tumbuk jintan putih dan bawang putih. Satukan bahan yang telah ditumbuk dengan yoghurt, serbuk kunyit, garam dan pewarna.
3. Lumur ikan dengan bahan-bahan tadi dan perap lagi selama ½ jam.
4. Bakar atau salai ikan atas dapur arang. Lumur minyak sapi dan taburkan buah pelaga yang telah ditumbuk dan serbuk cili.

Tidak disengajakan

Dari Ibnu Abbas r.a, bahawasanya Rasulullah S.A.W bersabda:”Sesungguhnya Allah memaafkan bagiku dari umatku akan kesilapan dan kelupaan dan apa yang dipaksakan mereka atasnya.”
(Ibnu Majah dan al-Baihaqi)
 
Huraian
1. Perbuatan manusia adakalanya disertai dengan niat dan ikhtiar dan ada pula yang berlaku dengan sebab tersalah (tidak sengaja), terlupa atau dipaksa.
2. Ketiga-tiga perkara tersebut tidak dihukumkan sebagai satu kesalahan sebagaimana yang disebut dalam hadith kerana ia berlaku bukan di atas niat dan kerelaan oleh orang yang melakukannya dan oleh itu hukumannya berbeza dengan orang yang melakukannya dengan niat (disengajakan).
3. Sesungguhnya tiap-tiap perbuatan yang dihukum tidak sahaja dilihat kepada zahirnya tetapi ditinjau juga sampai ke dalam hati orang yang melakukannya. Ini memberi erti bahawa Islam mengambil berat terhadap kesedaran hati manusia dalam melaksanakan sesuatu perbuatan yang dikehendakinya kerana kesedaran itu menjadi bukti tanggungjawab seseorang atas perbuatannya di mana salah atau tidak perbuatan itu adalah dalam pengetahuannya dan dialah yang menanggung akibat atau dosanya kelak.

Khamis, 1 Julai 2010

Siti Fatimah Az-Zahra..

Gembira hatinya, gembiralah Rasulullah s. a. w. Tertitis air matanya, berdukalah baginda. Dialah satu-satunya puteri yang paling dikasihi oleh junjungan Rasul selepas kewafatan isterinya yang paling dicintai, Siti Khadijah. Itulah Siti Fatimah r. a., wanita terkemuka di dunia dan penghuni syurga di akhirat.
Bersuamikan Sayyidina Ali bukanlah satu kebanggaan yang menjanjikan kekayaan harta. Ini adalah kerana Sayyidina Ali yang merupakan salah seorang daripada empat sahabat yang sangat rapat dengan Rasulullah s. a. w., merupakan kalangan sahabat yang sangat miskin berbanding dengan yang lain.
Namun jauh di sanubari Rasulullah s. a. w. tersimpan perasaan kasih dan sayang yang sangat mendalam terhadapnya. Rasulullah s. a. w. pernah bersabda kepada Sayyidina Ali,"Fatimah lebih kucintai daripada engkau, namun dalam pandanganku engkau lebih mulia daripada dia."(Riwayat Abu Hurairah)
Wanita pilihan untuk lelaki pilihan. Fatimah mewarisi akhlak ibunya Siti Khadijah. Tidak pernah membebani dan menyakiti suami dengan kata- kata atau sikap. Sentiasa senyum menyambut kepulangan suami hingga hilang separuh masalah suaminya. Dengan mas kahwin hanya 400 dirham hasil jualan baju perang kepada Sayyidina Usman Ibnu Affan itulah dia memulakan penghidupan dengan wanita yang sangat dimuliakan Allah di dunia dan di Akhirat.
Bukan Sayyidina Ali tidak mahu menyediakan seorang pembantu untuk isterinya tetapi sememangnya beliau tidak mampu berbuat demikian. Meskipun beliau cukup tahu isterinya saban hari bertungkus-lumus menguruskan anak-anak, memasak, membasuh dan menggiling tepung, dan yang lebih memenatkan lagi bila terpaksa mengandar air berbatu-batu jauhnya sehingga kelihatan tanda di bahu kiri dan kanannya.
Suami mana yang tidak sayangkan isteri. Ada ketikanya bila Sayyidina Ali berada di rumah, beliau akan turut sama menyinsing lengan membantu Siti Fatimah menggiling tepung di dapur. "Terima kasih suamiku," bisik Fatimah pada suaminya. Usaha sekecil itu, di celah-celah kesibukan sudah cukup berkesan dalam membelai perasaan seorang isteri.
Suatu hari, Rasulullah s. a. w. masuk ke rumah anaknya. Didapati puterinya yang berpakaian kasar itu sedang mengisar biji-biji gandum dalam linangan air mata. Fatimah segera mengesat air matanya tatkala menyedari kehadiran ayahanda kesayangannya itu.
Lalu ditanya oleh baginda, "Wahai buah hatiku, apakah yang engkau tangiskan itu? Semoga Allah menggembirakanmu."
Dalam nada sayu Fatimah berkata, "Wahai ayahanda, sesungguhnya anakmu ini terlalu penat kerana terpaksa mengisar gandum dan menguruskan segala urusan rumah seorang diri. Wahai ayahanda, kiranya tidak keberatan bolehkah ayahanda meminta suamiku menyediakan seorang pembantu untukku?"
Baginda tersenyum seraya bangun mendapatkan kisaran tepung itu. Dengan lafaz Bismillah, Baginda meletakkan segenggam gandum ke dalam kisaran itu. Dengan izin Allah, maka berpusinglah kisaran itu dengan sendirinya. Hati Fatimah sangat terhibur dan merasa sangat gembira dengan hadiah istimewa dari ayahandanya itu. Habis semua gandumnya dikisar dan batu kisar itu tidak akan berhenti selagi tidak ada arahan untuk berhenti, sehinggalah Rasulullah s. a. w. menghentikannya.
Berkata Rasulullah s. a. w. dengan kata-kata yang masyhur, "Wahai Fatimah, Gunung Uhud pernah ditawarkan kepadaku untuk menjadi emas, namun ayahanda memilih untuk keluarga kita kesenangan di akhirat." Jelas, Baginda Rasul mahu mendidik puterinya bahawa kesusahan bukanlah penghalang untuk menjadi solehah.
Ayahanda yang penyayang terus merenung puterinya dengan pandangan kasih sayang, "Puteriku, mahukah engkau kuajarkan sesuatu yang lebih baik daripada apa yang kau pinta itu?"
"Tentu sekali ya Rasulullah," jawab Siti Fatimah kegirangan.
Rasulullah s. a. w. bersabda, "Jibril telah mengajarku beberapa kalimah. Setiap kali selesai sembahyang, hendaklah membaca 'Subhanallah' sepuluh kali, 'Alhamdulillah' sepuluh kali dan 'Allahu Akbar' sepuluh kali. Kemudian ketika hendak tidur baca 'Subhanallah', 'Alhamdulillah' dan 'Allahu Akbar' ini sebanyak tiga puluh tiga kali."
Ternyata amalan itu telah memberi kesan kepada Siti Fatimah. Semua kerja rumah dapat dilaksanakan dengan mudah dan sempurna meskipun tanpa pembantu rumah. Itulah hadiah istimewa dari Allah buat hamba-hamba yang hatinya sentiasa mengingatiNya

~ Hebatnya diri bila terpilih menjadi Penghulu Syurga..Subhanallah..Tidak teringinkah kita??

Zinnirah..

 Zinnirah - Unic

Hadirmu bersama kuntum senyuman
Walau dirimu hamba tawanan
Kau jadi impian firdausi
Kau jadi pingitan hiasan duniawi
Walau tak pernah melihatmu
Zinnirah

Matamu jadi taruhan
Gantian lara nilaian iman
Ayuh bersama kita susuri
Perjalanan derita ini
Terlindung sudah indahnya maya
Mata hatimu tetap menyala

C/O :
Oh Zinnirah
Kau umpama bintang di malam hari
Menerangi alam dan ditemani cahaya purnama
Selaut kasih kau hamparkan untuk Ilahi
Tiada sempadan dan tiada bertepi

Oh Zinnirah
Kau umpama bintang di malam hari
Menerangi alam maya dan diteman purnama
Cinta murni yang kau dambakan untuk Ilahi
Tiada sempadan dan tiada bertepi

Oh Zinnirah
Kau serikandi sunyi bersendiri
Di medan ngeri dan bersuara sepenuh berani
Kasih suci yang kau hulurkan untuk Ilahi
Menagih korban kasih abadi

Hadirmu bersama senyuman
Walau diri hamba tawanan
Kau jadi pedoman

Zinnirah kau gadis pilihan
Hiasan dunia
Penyeri di firdausi


Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...